Pengembang Kecil Harus Bisa Belajar dari Pengembang Besar

Senin, 28 April 20140 komentar

Medan - Reisumut.com

Meski skala bisnis yang dilakoninya saat ini belum seperti yang di capai senior – seniornya dan pengembang – pengembang serta konglemerat besar ternama, namun lelaki yang sudah mengenal bisnis property ini pada tahun 1989, sejak setelah ia menyelesaikan S1 (strata satu)di perguruan tinggi bergensi jurusan Teknik Sipil di Universitas Medan Area Sumatera Utara, ia yakin bahwa kesuksesan itu bisa dicapai sepanjang yang mengerjakannya selalu tekun dan mau belajar dari pengalaman yang ada baik dari diri sendiri maupun dari orang lain.’ Ujar Ir. H. Reza Sirait, dikantornya dibilangan Medan Baru tepatnya dijalan Mistar No. 28 Medan setelah menerima saya dari  reisumut.com Media on line. 

Dunia bisnis sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi seseorang Ir. H. Reza Sirait ketika ia masih  duduk dibangku Kuliah sudah terpikirkannya,  dan dia telah mengerjakan proyek Depag ketika itu ia masih sebagai kontraktor pada tahun 1995/1996, waktu itu proyek yang pertama dikerjakan dengan bermitra dengan Pengembang dengan membangun rumah RSS waktu itu, sekarang bernama RST (Rumah Sederhana Tapak ) sebanyak 490 unit, tepatnya di KM. 14 jalan Binjai.

Laki – laki kelahiran Medan, 02 Juli 1971 dengan golongan darah B ini telah mengerjakan proyek – proyek perumahan sebagai Kontraktor, memang darah bisnisnya mengalir terus di jiwa saya setelah mengejakan proyek Depag tahun 1995,’ kata Reza yang juga Bendahara Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia ( DPD REI Sumatera Utara ) periode 2011 – 2014 ini. Kalaupun sekarang bisnis yang ditekuninya adalah sebagai seorang pengembang ( developer ). Itu pun ia lakoni setelah banyak belajar dari pengalaman – pengalaman sebelumnya dalam menekuti bisnis lain.” Pengalaman itu adalah aset yang sangat berharga.” Ucap dia.

Sebelum  menjadi pengembang bisnisnya yang ia tekuni adalah sebagai kontraktor di Perkebunan, perbankan sebagai suplayer dan PTP pada tahun 1999 dan bekerjasama dengan angkasa pura satu mengelola bandara Kuala Namu International  tahun 2000 – 2005, sampai selesai. Apalagi ketika itu Reza menilai dirinya sudah mulai jenuh menjadi seorang kontraktor, sudah cukup membawa dirinya untuk bisa menekuni perumahan sebagai Developer.” Bisnis pengembang saya tekuni mulai tahun 1996 dengan bendera 
perusahaan PT. Putra Rina Perdana milik usaha sendiri.’ Katanya. pembangunan Rumah Sederhana Tapak ( RST ) yang pertama di daerah Marelan tahun 1997 tidak begitu banyak hanyak  92 unit dengan bendera PT. Putra Rina Perdana  . Tapi pembangunan RST yang jumlahnya bisa dikatakan terbatas itu ternyata malah membuat Reza Sirait semakin tertantang untuk menekuninya. Sebagai pengusaha dirinya juga melihat masih banyak peluang yang bisa diraih dari pembangunan RST di Sumatera Utara khususnya, dan Umumnya di Deli Serdang. Jadi kalaupun saat ini Reza Sirait sudah membangun sekitar 600 unit dan akan mengembangkan lagi di daerah Tembung Deli Serdang, Mencirim dan Tanjung Anom semuanya itu di daerah Deli Serdang dan telah membangun beberapa Ruko di daerah Medan dan akan membangun rumah sekelas realestat selama 17 tahun menggeluti bisnis perumahan, itupun tak lepas dari ketekunan menghadapi tantangan dan meraih setiap peluang yang ada. “ Saya selalu  berusaha agar hari esok bisa lebih baik dari hari ini. Ini juga merupakan salah satu filosofi saya dalam menjalankan bisnis agar bisa selalu tekun.” Tutur lelaki yang berkeinginan bisa membahagiakan orang banyak ini. Profesinya sebagai pengembang memang akhirnya menarik Reza Sirait untuk bergabung dan terlibat aktif di DPD REI Sumatera Utara. 


Bagi Reza pengalaman berorganisasi itu juga penting untuk mendukung bisnis sehingga aktifitasnya di asosiasi pengembang tersebut membawa Reza Sirait menjadi salah satu pengurus DPD REI Sumatera Utara yaitu sebagai bendahara pada periode 2011 – 2014. Aktivitasnya yang intens di REI Sumatera Utara juga telah membuat ayah dari tiga orang putra dan putri ini, anak pertama bernama Muhammad Farhan (10) anak kedua Naswah Febryanti (8) anak ketiga Muhammad Ariza Pasha Sirait (1,5) ini merasa bahwa solidaritas sesama pengembang perlu dijaga.
          
Karena itu Reza, membagi pengalaman kepada pengembang – pengembang baru atau pemula adalah salah satu yang penting agar bisnis perumahan dan realestat di Sumatera Utara makin maju dan tumbuh secara profesional. “ Pengembang itu beda dengan kontraktor.  Pengembang harus punya konsep karena dialah yang memiliki tanah dan kemudian membangunnya. Saya ingin, pengembang di Sumatera Utara ini bisa menjadi aset daerah, selain sebagai mitra strategis pemerintah daerah.” Kata Reza yang selalu intensif melakukan lobi dengan pihak Pemkab/pemko terkait tentang kemajuan bisnis perumahan di Sumatera Utara. Ia pun sangat menyambut baik kehadiran pengembang papan atas semacam Grup Ciputra di Sumatera Utara
untuk membangun rumah – rumah sekelas realestat. Sebab kehadiran grup Ciputra ia yakin sedikit banyaknya bakal membawa pengaruh bagi pengembang di Sumatera Utara khususnya dan Medan pada Umumnya, untuk berpikir membuat rumah dengan kwalitas terbaik. Apalagi ungkap Reza Sirait, dari sekitar 500 pengembang yang tergabung di REI Sumatera Utara, sekitar 80 % - nya adalah pengembang yang membangun perumahan skala menengah kebawah selain memang pasarnya masih mayoritas untuk kalangan menengah kebawah. Namun dibalik harapannya agar pengembang di Sumatera Utara bisa sukses masih ada sesuatu yang mengganjal di hari Reza Sirait, Yaitu masalah perizinan yang lama dan berbelit – belit serta biaya yang mahal. “ ujarnya Dan beliau meminta kepada para pemangku jabatan di Sumatera Utara agar jeli melihat para pengusaha yang membangun Rumah Murah agar diberikan dispensasi berupa pembebasan (gratis) IMB dan dipercepat pengurusan ijin –ijin bagi yang membangun RST. (rizal)       


Share this article :
 
Copyright © 2014. DPD REI SUMATERA UTARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website