Develover Sumut Tolak Akuisisi BTN

Rabu, 23 April 20140 komentar

Lubuk Pakam, reisumut.com

H. Datuk Selamat Ferry meminta pemerintah pusat  untuk tetap mempertahankan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank yang berdiri sendiri. Ia menolak rencana Meneg BUMN Dahlan Iskan yang ingin mengakuisisi BTN  kepada bank Mandiri. Karena hal itu dikhawatirkan bisa mengancam kelangsungan penyaluran kredit perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kita minta tolak rencana akuisisi itu. Karena dari dulunya BTN dilahirkan untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah. Kita was-was bila BTN di akuisisi kepada Bank Mandiri, program perumahan FLPP bisa tidak terserap”,  ucap H. Datuk Selamat Ferry kepada reisumut.com, Selasa (22/4) di Lubuk Pakam.

Ayah lima orang anak itu mengaku sudah banyak membuat perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Seingatnya, sejak tahun 2006, pria yang dikenal akrab dan familiar dengan setiap konsumen perumahan itu, sudah membangun 6000 unit. Seluruhnya Type 36 yang pangsa pasarnya adalah masyarakat kelas bawah seperti, pedagang sayur, Tukang becak, karyawan swasta, PNS dan TNI Polri.

Sebagaimana diberitakan, BTN akan diakuisisi dengan Bank Mandiri.  Pemerintah berencana melepas kepemilikan 60,14 persen saham di BTN ke Bank Mandiri dan Kementerian BUMN telah menyetujui hal itu.

Skenario akuisisi Bank BTN tersebut terkuak dengan adanya surat dari kementerian BUMN bernomor SR-161/MBU/04/2014, tanggal 11 April 2014. Surat yang ditanda tangani Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Gatot Trihargo itu, memerintahkan Bank BTN untuk menggelar RUPSLB pada Mei nanti. Agenda besarnya adalah pengalihan saham pemerintah di Bank BTN kepada Bank Mandiri.

Menurut Ferry,  seharusnya keberadaan bank-bank BUMN justru diperkuat di tengah-tengah membanjirnya penyertaan asing pada bank-bank umum. "Caranya dengan memperbaiki kinerja dari bank-bank BUMN. Kalo bank BUMN seperti BTN dinilai kurang sehat atau kurang modal, suntik dana," sebut Fery.

Dia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan proses akuisisi tersebut dengan mengetengahkan fungsi BTN saat ini dalam pengaruhnya terhadap kondisi pasar perumahan rakyat. Dengan masih tingginya angka kebutuhan hunian sederhana, kata H. Datuk Selamat Ferry seharusnya pemerintah mendukung BTN dalam menyalurkan KPR.
’Kami sangat sayangkan. Tegas kami menolak akuisisi BTN.. Selama ini, hanya BTN yang mampu melayani kebutuhan perumahan rakyat kecil. Sedangkan bank lainya hanya fokus pada pembiayaan perumahan komersil”, kata Fery.
Rencananya masalah akuisisi ini akan dibahas pada Musda REI Jambi yang akan di selenggarakan dalam waktu dekat ini. “Nanti di Musda REI Jambi kita bahas sesama pengurus untuk dijadikan masukan kepada pemerintah”, tambah Ketua Asosiasi Pengusaha Peduli Pendidikan Deli Serdang ini. (Rijal/Nurba)


Share this article :
 
Copyright © 2014. DPD REI SUMATERA UTARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website