Bisnis Properti pada 2014 Masih Melambat

Senin, 18 Agustus 20140 komentar


reisumut.com - Medan

Sepanjang 2014, bisnis properti di Sumatera Utara (Sumut) masih melambat. Tidak hanya untuk tipe menengah ke atas, namun juga rumah tipe murah mengalami penurunan transaksi.

"Tidak hanya di Sumut saja tapi secara nasional bisnis properti agak melambat. Penurunan diperkirakan hampir 20 persen hingga triwulan pertama tahun ini dibandingkan pada periode yang sama ditahun lalu," ujar Ketua Realestat Indonesia (REI) Sumut, Umar Husein pada Silaturahmi dan Halalbihalal REI Sumut bersama stakeholder , Selasa (12) malam di Restoran Lembur Kuring, Jalan T Amir Hamzah.

Ia menjelaskan, lesunya bisnis properti ini sudah terjadi pada pertengahan tahun 2013 akibat perubahan kebijakan pemerintah loan to value dan pengetatan kredit pemilikan rumah (KPR) oleh Bank Indonesia, serta didukung terjadinya pesta demokrasi dimulai Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. "Ini sangat berpengaruh, masyarakat ada yang menahan pembelian atau bahkan membatalkan rencana membeli rumah. Ditambah lagi, kemarin Lebaran dan tahun ajaran baru pendidikan sehingga daya beli masyarakat semakin menurun," ucapnya didampingi Sekretaris Andi Atmoko Panggabean dan Bendahara, Reza Sirait.

Melemahnya bisnis properti ini, ungkap Umar, terjadi pada semua tipe rumah termasuk rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dari target sebanyak 5 ribu unit rumah ditahun 2014, hingga Juli hanya teralisasi penyerapannya mencapai 3 ribu unit. "Target saja sudah kita turunkan dibanding 2 tahun lalu. Tapi belum juga realisasi tercapai seluruh dari target. Mudah-mudahan hingga akhir tahun, terlihat peningkatan daya beli masyarakat," ucapnya.

Pihak pengembang sendiri, tambahnya, sangat berharap dengan presiden baru akan membawa kebijakan yang lebih baik untuk sektor properti. Sebab, selain masih bisnis menjanjikan, sektor properti juga merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional.

Dalam acara halalbihalal ini, tidak hanya dihadiri seluruh pengurus REI Sumut, namun juga dari berbagai kalangan seperti, Gubsu diwakili Kepala Bappeda Riadhil Akhir Lubis, Walikota Medan diwakili Asisten Kesejahteraan Masyarakat Erwin Lubis, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, PLN Sumut pimpinan bank-bank di Sumut, dan lainnya.

"Dengan acara ini, kita ingin tali silaturahmi semua pengurus dan stakeholder serta pemerintah terus terjalin dengan baik. Apalagi dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan bisnis properti di Sumut," ujar Umar. (Analisa)
Share this article :
 
Copyright © 2014. DPD REI SUMATERA UTARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website