Profil Ir. Tomi Wistan, Pebisnis Properti

Sabtu, 21 Juni 20140 komentar

reisumut.com - Medan

Awal Bisnis Pernah Ditipu Tukang Bangunan

Siapapun pasti ingin menjadi orang sukses. Tak terkecuali bagi Ir. Tomi Wistan. Berkat kerja kerasnya, pria kelahiran 15 Oktober 1971 silam ini akhirnya meraih sukses di bisnis properti.

Perjalanan karir Ir. Tomi Wistan terbilang cukup panjang, sebelum akhirnya menjadi pengembang di perusahaan PT Asia Bisnis Center. Kesuksesan pria yang menjabat sebagai Ketua Realestat Indonesia (REI) Sumut periode 2011 - 2014 dan pada Munas tahun 2013 beliau di percaya menduduki Wakil Sekjen DPP REI di Jakarta priode 2013 - 2016 otomatis jabatan di DPD REI Sumut arus dilepaskan karena Peraturan Organisasi tidak di perbolehkan rangkap jabatan.  Ia telah menjadi seorang developer tak lepas dari kegigihan dan setiap pengalaman karir yang pernah dilaluinya.

Saat ini Ir. Tomi Wistan termasuk salah seorang pengusaha yang cukup aktif dan energik. Sebab, berbagai organisasi telah digelutinya mulai dari bidang olahraga, sosial, etnis, hingga organisasi pengusaha. Sejak masuk dalam keanggotaan Real Estate Indonesia (REI) Sumut pada 2009 silam, karir Ir. Tomi Wistan terbilang melesat cukup cepat.

Sebab, baru dua tahun bergelut di organisasi properti tersebut, dia sudah dipercaya menduduki jabatan yang bergengsi di organisasi profesi  sebagai Ketua DPD REI Sumut priode  2011- 2014  hingga saat ini di dipercaya duduk dikepengurusan di DPP REI Jakarta jadi periode 2014 sebagai Ketua DPD REI Sumut ia tinggalkan. Mungkin karena saya memiliki tanggung jawab dan loyalitas yang tinggi sehingga teman-teman simpati dan saya diberi kepercayaan untuk memimpin REI Sumut,” ujarnya.

Ketika ia  menjadi Ketua DPD REI Sumatera Utara , pria yang sempat menjabat sebagai Ketua Kadin Serdang Berdagai pada 2006 lalu ini telah naik tingkat menjadi Wakil Ketua Bidang Infrastruktur dan Properti Kadin Sumut, serta telah menggeluti sekitar 12 organisasi lainnya sejak 2001.

Tomi saat mengenyam pendidikan di Universitas Tarumanegara, Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur. Saat duduk di semester 3 telah berkecimpung sebagai broker salah satu agen properti. “Selesai kuliah saya memutuskan menjadi wirausaha dan memilih kontraktor karena ada tawaran dari teman,” ujarnya mengenang.

Sayangnya, proyek pertama yang dia jalankan tidak berjalan mulus. Ia malah merugi dan nombok Rp15 juta akibat ditipu para tukang bangunan pada proyek kontraktornya.

Tak sampai setengah tahun, ia mendapat kesempatan membangun usaha percetakan dari teman satu kosnya yang kekurangan modal. Dia pun ikut berinvestasi sekitar 25 persen. Seiring pejalanan waktu, order bisnis percetakan kian tumbuh. Pada saat itu, Tomi mulai berpikir untuk memilih fokus menjalankan bisnis percetakan dan meninggalkan dunia kontraktor.

Melihat bisnis yang terus membesar, dia mengembangkan bisnis percetakan yang dikombinasikan dengan exhibition, kontraktor dan foto studio. Namun, krisis moneter pada 1997 membuat usaha percetakannya ikut terkena imbas.

Tomi mencari celah lain untuk bergabung menjadi agen MLM (multi level marketing). Tapi MLM dia tinggalkan meski nyaris mendapat bonus ratusan juta. Sebab, ia diminta orangtuanya mengembangkan toko material milik keluarga.

Dia mulai memperbesar segmen usaha dari bahan material ke alat berat, kontraktor timbunan, sewa menyewa dump truck, sampai kredit dump truck. Ditangannya, usaha itu berkembang hingga saat ini. Bahkan, bisnis propertinya kian tumbuh subur.

Meski di tengah kesibukannya menjalankan bisnis dan memimpin beberapa organisasi, ayah tiga anak ini tetap komitmen meluangkan waktunya bersama keluarga. Keluarga tetap menjadi prioritas. Hari-hari libur dimanfaatkannya dengan berkumpul bersama keluarga, dan bermain dengan ketiga anaknya. “Sabtu dan Minggu itu sudah pasti hari keluarga,” pungkasnya. (Rzl/sp)
Share this article :
 
Copyright © 2014. DPD REI SUMATERA UTARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website