Depresiasi Rupiah Buat Penjualan Properti Terombang-ambing

Kamis, 27 Agustus 20150 komentar

reisumut.com
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) membuat jatuh beberapa sektor dalam negeri, tak terkecuali bagi sektor properti. Lemahnya rupiah berimplikasi secara langsung pada daya beli masyarakat sehingga penjualan properti terjerembab.

Hal itu diakui oleh Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda. Menurut dia, pelemahan daya beli masyarakat terhadap properti akibat depresiasi rupiah merupakan siklus alami yang pasti terjadi.

"Pelemahan rupiah ini berimplikasi pada lemahnya pertumbuhan industri properti dalam negeri," ujar Ali dalam acara malam penganugerahan Golden Property Awards 2015 di Ciputra World 1, Jalan Prof Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2015).

Meskipun demikian, dia meyakini siklus bisnis properti saat ini akan berakhir dalam waktu dekat. Bahkan Ali yakin bisnis properti akan kembali menggeliat pada 2016 seiring meningkatnya belanja barang oleh pemerintah untuk mendorong pembangunan infrastruktur.

"Saat ini properti memang tengah melakukan keseimbangan. Secara perlahan bisnis properti naik. Jadi kembali lagi di 2016-2017," paparnya.

Ali menambahkan, meski secara rerata pertumbuhan bisnis properti mengalami pelemahan, namun untuk bisnis properti kelas menengah bawah mengalami kenaikan bahkan pertumbuhan bisnis properti kelas menengah bawah sebesar 10-12 persen.

"Memang yang menengah ke atas anjlok, tetapi properti menengah ke bawah mengalami kenaikan penjualan. Saya yakin bisnis properti secara keseluruhan akan membaik dan terus tumbuh," pungkas Ali.

Sumber: http://ekonomi.metrotvnews.com
Share this article :
 
Copyright © 2014. DPD REI SUMATERA UTARA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website